|
Share knowledge with everyone



Berikut ini adalah
Panduan Step by Step
Installasi Oracle Database Server 10g for Vista.
Sengaja penulis buat Tutorial ini Under Windows
Vista karena penulis menerima konsultasi cukup
banyak seputar keluhan karena kegagalan Installasi
Oracle 10g di Windows Vista.
Sebenarnya kendala yang dihadapi
adalah masalah simple yaitu Installer Oracle 10g
Windows Vista itu berbeda dengan yaitu Installer
Oracle 10g Windows. Jadi harus kita download sendiri
di websites Oracle (http://www.oracle.com/technology/software/index.html
). Berbeda dengan Installer Oracle 11g sudah sudah
ready untuk di Install di Windows Vista.
Untuk step by step proses
Installasi-nya sama persis antara Oracle 10g for
Windows dan Installasi Oracle 10g Windows Vista.
Jadi karena Capture Installasi yang sudah saya ambil
adalah proses di Windows Vista maka tutorial ini
bisa digunakan untuk semua proses Installasi Oracle
10g.
Sebelum melakukan Installasi,
sebaiknya kita benar – benar menyiapkan komputer
atau Server yang memenuhi Requirement / hardware
yang dibutuhkan oleh Oracle 10g. Yaitu : memory
minimal 512 GB ( disarankan mengunakan memory 1 GB
), Free Space Harddisk untuk oracle system minimal 2
GB (disarankan Free Space Harddisk 10 GB ), LAN Card
/ NIC ( minimal 100 Mbps dengan Switch 100Mbps atau
1000 Mbps ).
Pertama, siapkan Installer Oracle 10g
dan Klik “Setup” dan proses selanjutnya akan
ditampilkan menu Oracle Universal Installer (
OUI ).
Setelah muncul gambar dibawah ini, kita bisa memilih
Metode Installasi
berupa Basic Installation dan Advanced
Installation. Advanced Installation ini adalah
option Installasi Customize untuk atau mode expert.
Kini kita pilih option ini karena akan melakukan
Installasi sesuai keinginan kita bukan mode
Installasi Standart atau Typical.
Oke, selanjutnya pilih “Advanced
installation” lalu klik “Next”.

Tampilan option menu selanjutnya
adalah pilihan Jenis
Installasi, maksudnya adalah Jenis
Database yang akan kita Installasi. Disini kita
utamakan pilihan Database Enterprise Edition
dan Database Standart Edition. Perlu kita
perhatikan hal ini karena menyangkut Kapasitas
Database, Kapasitas Processor server kita, serta
License yang kita miliki ( atau yang akan kita
planningkan / akan kita beli suatu hari nanti ).
Oke, disini saya berikan contoh
pilihan mengunakan Database Enterprise Edition.
Selanjutnya klik “Next”.

Selanjutnya muncul option Home Detail dan folder penempatan file Installasi Oracle 10g
nanti. Tentukan namanya ( biasanya Oracle akan
otomatis memberikan nama tapi bisa kita ubah sesuka
kita ), serta tentukan nama folder Installasi
Oracle. Selanjutnya klik “Next”.

Selanjutnya muncul option
“Product-specific Prerequisite Checks” dimana Oracle
akan melakukan pengecekan terhadap Komputer atau
Server yang akan kita installasi ini. Pesan Error
yang sering muncul adalah soal Network karena
biasanya kita latihan Install Oracle pada Laptop
atau PC non jaringan ataupun mengunakan Virtual PC (
untuk hal ini saya sarankan untuk mengunakan kabel
Loopback ).
Setelah pada proses Option ini
selesai, selanjutnya klik “Next”.

Selanjutnya akan muncul option
pilihan Database
configuration, maksudnya adalah berupa
pengaturan pada Database yang akan kita Install
nanti berupa setting apa saja. Oracle sudah
menyediakan Template Database termasuk berisi
file atau tabel untuk latihan.
Pada panduan ini kita akan memilih
option “Advanced”
karena kita akan membuat Database secara customized
sesuai keinginan sendiri. Selanjutnya klik “Next”,
dan tunggu hingga proses selesai.




Setelah proses Installasi System
Oracle 10g selesai, maka proses selanjutnya adalah
berupa proses Configuring & Creating Database. Oke,
saat muncul gambar seperti diatas ini kita pilih “Custom
Database” lalu klik “Next”.
Step berikutnya adalah memberikan
Global Database Name,
berikan nama sesuai kehendak kita. Setidaknya dengan
nama sesuai paling sesuai atau dengan nama
perusahaan kita. Selain itu, kita juga harus
memberikan Oracle System Identifier atau
SID. SID ini menjadi pengenal atau Identitas
yang akan kita masukkan pada setting OraTNS PC
Client.
Selanjutnya klik “Next”.


Selanjutnya muncul step berikutnya
seperti gambar diatas ini, aktifkan tanda Checkmark
pada option “Configure the database with
Enterprise Manager”. Selain itu kita juga bisa
langsung melakukan Setup Email notification
agar Oracle Database kita mengirimkan Alert secara
otomatis ke email kita. Serta kita juga dapat
langsung mengatur Daily Backup.
Selanjutnya klik “Next”,
dan muncul step berikutnya yaitu pengaturan
Password. Kta bisa membuat Single Password maupun
Password berbeda untuk User SYS, SYSTEM, SYAMAN dan
DBSNMP. Setelah itu klik “Next”
untuk melanjutkan step berikutnya.


Pada step ini kita akan menentukan
penempatan file data dari Database Server Oracle 10g
kita ini pada Storage. Ada 3 pilihan yang bisa kita
lakukan dan pada panduan kita kali ini mengunakan
pilihan penyimpanan “File System”. Artinya Oracle
akan menempatkan File Data sesuai File System yang
kita gunakan tanpa merubah atau melakukan proses
konfigurasi lain. Selanjutnya klik “Next”.
Jika kita memilih ASM, maka kita
memerlukan minimal 2 phisical harddisk lain yang
terpisah dan kita konfigurasi menjadi ASM atau kita
bisa mengunakan storage dengan proteksi RAID dan
kita konfigurasi ASM. Begitu juga dengan Raw
Devices. ASM dan RAW Devices merupakan persayaratan
Storage yang dibutuhkan dalam konfigurasi Oracle
RAC. Oracle RAC Standart Edition hanya bisa
mengunakan ASM, sedangkan Oracle RAC Enterprise
Edition bisa mengunakan fitur storage ASM maupun
Raw Device.

Step berikutnya adalah penempatan
file Data, kita bisa gunakan tempat / lokasi file
dari konfigurasi default Oracle 10g maupun kita
pilih folder sendiri sesuka kita. Lalu klik “Next”.
Dan selanjutnya muncul pilihan penempatan folder
untuk Flash recovery Area yang bisa kita pilih
sendiri maupun otomatis diatur oleh Oracle 10g.
Serta kita juga bisa melakukan setting Archiving
atau mengaktifkan Archieve log mode. Selanjutnya
klik “Next”.


Step berikutnya adalah pengaturan
Database Componen ( pilih sesuai kebutuhan kita )
dan Custom script. Selanjutnya klik “Next”.

Step berikutnya adalah pengaturan
memory, sizing, character sets dan connection mode.
Pilih sesuai kebutuhan kita dan selanjutnya klik “Next”.




Step berikutnya adalah pengaturan
Database Storage. Jika konfigurasi yang ditampilkan
sudah sesuai maka selanjutnya klik “Next”.


Step berikutnya adalah mengenai
Database Template. Kita bisa menyimpan template
maupun script dari konfigurasi Database yang telah
kita buat dan bisa kita gunakan untuk trouble
shooting maupun digunakan sebagai template untuk
membuat database lagi diwaktu yang akan datang.
Selanjutnya klik “Next”.
Pada gambar dibawah ini, Database
yang telah kita buat akan kita simpan menjadi file
html dan bisa dibuka nanti mengunakan Web browser.
Selanjutnya klik “OK”
hingga “Finish”.





Setelah proses pembuatan Database ini
selesai, selanjutnya klik “Exit”.
Proses selanjutnya adalah Creating Oracle iSQL Plus,
tunggu hingga proses selesai dan klik “Exit”.

Selanjutnya kita lihat di menu “Start”
=> “All Programs”
lalu cari menu “Oracle”
dan pilih “Database
Control”. Selanjutnya akan muncul Oracle
Enterprise Manager dengan Wb browser, masukkan
Username System dengan pasword yang telah kita buat.
Selanjutnya klik “Login”.

Yup… Akhirnya berhasil juga Database
Server Oracle 10g yang telah kita buat ini. Oke,
sekian dulu panduan saya ini semoga bermanfaat bagi
kita semua dan bisa menjadi inspirasi atau guide
dalam melakukan installasi Oracle 10g Database
Server.
Salam,
Nathan Gusti Ryan
progtel2004@yahoo.com

| |
Need more
information ? Search by Google... |
|
|
|